Monday, April 03, 2006

Pendidikan Fasilitator Perdamaian Berbasis Komunitas Untuk Pencegahan dan Penanganan Konflik secara Cepat

Institut Titian Perdamaian akan menyelenggarakan pendidikan fasilitator perdamaian angkatan III. Berikut ini TOR nya.

Latar Belakang

Fakta menunjukkan bahwa konflik berbasis kekerasan di Indonesia bisa menjadi bencana kemanusiaan yang berdarah-darah, cenderung berkembang dan meluas, baik dari segi issu maupun para pihaknya. Hal ini yang menjadikan proses penanganan konflik membutuhkan waktu yang lama dengan kerugian social, ekonimi dan politik yang luar biasa. Tercatat selama kurun waktu Oktober 1998 hingga September 2001 saja, ada 18.910 orang bangsa Indonesia meninggal dunia akibat konflik.

Sementara upaya penanganan konflik (prevention, resolution, and post conflict action) yang dilakukan oleh semua pihak selama ini pada beberapa daerah konflik seperti; di Poso, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Maluku dan Maluku Utara masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Penanganan konflik belum sampai menyentuh pada akar permasalahan konflik. Karenanya patut diduga, potensi akan munculnya konflik dengan berbasis kekerasan di masa mendatang masih cukup tinggi.

Ada dua aspek penting dan krusial yang perlu dikembangkan baik untuk masyarakat maupun pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan konflik.

* Pertama adalah aspek kapasitas untuk menangani konflik yang meliputi ketrampilan dan pengetahuan yang adekuat untuk penyelesaian konflik sekaligus pencegahan konflik.
* Kedua adalah kesadaran kritis masyarakat maupun pemerintah untuk menyelesaikan konflik maupun melakukan pencegahan konflik.

Ternyata kedua aspek ini kurang sekali dimiliki oleh lembaga masyarakat sipil maupun pemerintah. Padahal baik secara teoritik maupun empiris merupakan syarat mutlak untuk penyelesaian/penanganan dan pencegahan konflik bagi terwujudnya perdamaian.

Keberadaan Fasilitator perdamaian pada komunitas masyarakat, yang mempunyai pengetahuan, pemahaman dan kemampuan aksi untuk melakukan kerja-kerja membangun perdamaian dapat dianggap sebagai salah satu kunci penting solusi dalam pencegahan konflik maupun penyelesaian konflik

Institut Titian Perdamaian, dengan pengalaman melakukan upaya resolusi konflik di Maluku, Poso, Papua dan beberapa daerah lainnya telah menyelenggarakan pendidikan fasilitator konflik berbasis komunitas untuk pencerahan dan penanganan konflik secara cepat sejak tahun 2004.

Tujuan

1. Tersedia fasilitator resolusi dan transformasi konflik pada wilayah-wilayah konflik strategis dan potensial munculnya konflik di Indonesia yang memiliki kapasitas dan kemandirian guna mendorong kapasitas masyarakat dalam kerangka pencegahan dan menangani konflik secara cepat dan holistik (conflict prevention, conflict resolution dan transformation, healing process).


2. Terbentuknya “Working Group” fasilitator untuk terkondisinya proses pembelajaran komunitas lokal dan antar komunitas lokal dalam menangani konflik di daerah masing-masing atau bersama tanpa kekerasan (non-violence approach) berbasis kapasitas dan kemandirian komunitas lokal.


3. Meningkatknya kapasitas dan kemandirian organisasi masyarakat sipil dalam mencegah dan mengelola konflik yang terjadi.


Metode

Metode yang digunakan adalah “in class selama 3 kali training, kemudian out class/lapangan selama 2 (dua) kali. Keseluruhan kegiatan dilakukan selama kurun waktu 1 (satu) tahun. Tim Fasilitator tingkat nasional dan Tim Nara Sumber di bentuk untuk mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan pelatihan fasilitator ini.


Materi pendidikan

Materi pendidikan fasilitator secara umum dibagi dalam topic besar sebagai berikut :

1. Nilai-nilai Non Violent & HAM
2. Analisis Akar Konflik
3. Early Warning System
4. Kapasitas dan Kerentanan Psikologis Fasilitator Perdamaian
5. Community Organizing
6. Advokasi dan Peace Campaign
7. Networking for peace


Nara sumber -& Fasilitator

Proses pendidikan akan difasilitasi oleh Fasilitator yang mempunyai banyak pengalaman di bidang fasilitasi konflik di berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam tim yang terdiri Ichsan Malik, Boedhi Wijardjo dan Dadang Trisasongko. Dengan didukung narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini di tahun 2004 dan 2005 antara lain :

* Prof. DR. Fuad Hasan
* Prof. DR. Sarlito Wirawan
* Prof. DR. Enoch Markum
* Prof. DR. Saleh Putuhena
* DR. Budi Matindas
* DR. Hamdi Muluk
* Bambang Widjojanto, SH, LLM


Registrasi peserta pendidikan fasilitator perdamaian angkatan 2006.

Program Pendidikan fasiliatator perdamaian angkatan 2006, dimulai bulan Januari dan berakhir bulan Desember. Peserta yang berhak menikuti pendidikan fasilitator perdamaian adalah mereka yang bekerja atau utusan dari komunitas yang sedang atau berpotensi akan munculnya konflik. Pendaftaran peserta dibuka sampai dengan tanggal 10 Februari 2006. Informasi dan persyaratan lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat.


INSTITUTE TITIAN PERDAMAIAN.

Jl. Danau Mahalona Blok D1 No. 35 Pejompongan.
Jakarta Pusat 10210
Phone/fax : 021-3153865


Atau dapat langsung menghubungi kontak kami :
Johari : joh_efe@yahoo.com
Rolly : sinyo_lea@yahoo.com

Pembiayaan
Keseluruhan biaya pendidikan fasilitator perdamaian baik kegiatan in class dan out class selama 1 tahun, akan ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggaran. Pembiayaan ini hanya akan diberikan kepada 20 peserta yang mempunyai kualifikasi tertinggi, dan berdomisili di propinsi Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, Nusa Tenggaran Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Ketentuan Umum:

* Dikhususkan bagi mereka (aktivis) yang tertarik dan concern dalam upaya-upaya pencegahan dan penanganan konflik di Maluku, Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
* Memiliki pengalaman bekerja dengan komunitas di daerah tersebut sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. dengan dibuktikan dokumentasi kerja yang pernah dilakukan.
* Sehat jasmani - rohani (surat keterangan dokter) dan untuk calon peserta perempuan tidak sedang dalam kondisi mengandung.
* Dapat mengikuti kegiatan pendidikan fasilitator perdamaian secara keseluruhan selama 1 tahun.
* Mempunyai kemampuan kerja dengan komunitas di lapangan, dan mahir dalam pembuatan pelaporan kerja.
* Berusia antara 25 s.d. 40 tahun
* Mengisi formulir pendaftaran

Ketentuan Khusus:
* Mendapatkan surat rekomendasi dari alumni pendidikan fasilitator perdamaian tahun sebelumnya (Angkatan I - 2004 dan angkatan II - 2005)
* Menyerahkan CV/daftar riwayat hidup, melampirkan fotocopy KTP,
* Menyerahkan Daftar Riwayat Aktivitas, yang menggambarkan riwayat aktivitas kerja yang sudah dan sedang dilakukan dalam pembangunan perdamaian.
* Mengisi formulir pendaftaran.
* Menandatangani surat pernyataan kesediaan mengikuti kegiatan Pendidikan Fasilitator Perdamaian Berbasis Komunitas
* Pasfoto hitam putih/berwarna 4 x 6, 2 (dua) lembar
* Melampirkan fotokopi akta notaris lembaga (dari 3 halaman pertama)
* Menulis cerita rakyat setempat yang mengandung pesan perdamaian, anti kekerasan dan kearifan local dalam menyelesaikan konflik.

pendaftaran dapat disampaikan paling lambat tanggal 28 Pebruari 2006. Pengumuman penerimaan peserta akan dilakukan di akhir minggu II bulan Februari secara tertulis melalui email dan surat. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak ada tawar menawar serta tidak dapat diganggu gugat.

Program Pendidikan Fasilitator Perdamaian Berbasis Komunitas untuk Pencegahan dan Penanganan Konflik secara cepat, ini terselenggara atas dukungan sepenuhnya dari NZAID (New Zealand Agency for International Development).

1 Comments:

Blogger handout said...

thanks for your share..
succes for you..
you can visit me in.
click this

12:46 AM  

Post a Comment

<< Home