Monday, March 20, 2006

Studi Konflik LP3ES

LP3ES, sebuah lembaga riset terkemuka membuat program tentang studi konflik di Indonesia. Berikut ini adalah proposalnya.

Studi Transisi Demokrasi dan Training Manajemen Konflik




Latar Belakang

Selama 30 tahun rezim Orde Baru Indonesia di bawah kekuasaan rezim represif, yang berhasil menciptakan keamanan dan persatuan nasional dengan menggunakan kekuatan militer. Sikap represif tersebut juga dibanrengi dengan sikap ekploitatif terhadap sumber daya alam yang ada di berbagai daerah, selin itu juga terjadi korupsi di tingkat pusat kekuasaan, tanpa kontro dari masyarakat. Tetapi begitu rezim rde baru mulai goyah, baik karena desakan kalangan pro demokrasi, desakan dari kekuatan internasional, maupun akibat pembusukan dari dalamrezim itu sendiri, akibatnya kontrol terhadap rakyat mulai melemah. Pada saat itulah konflik horizontal yang selama ini bisa diredam secara militer mulai muncul ke permukan, baik konflik vertikal maupun horisontal.

Tumbangnya rezim orde Baru memungkinkan diselenggarakan sistempemilu multi partai, maka sejak itu gerakan transisi jke demokrasi mulai menemukan momentumnya. Masyarakat Pasca reformasi mengahrapkan hadirnya partai-partai baru sebagai prakondisi bagai terciptanya sistem pemerntahan demokratis, sehingga akan tercipta iklim demokrasi yang sehat. Sehingga banyak pekerjaan NGO seperti penyedaran politik rakyat diharapkan bisa dikerjakan partai, karena hal itu pada dasaranya merupakan tugas utama partai. Dan bila dilaksanakan partai hasilnya akan lebih maksimal, karena memiliki kekuatan massa dan kekuatan politik.

Tetapi dalam perjalannnya partai politik yang ada lebihmmementingkan politikm kekuasaan ketimbang pendidikan politik rakyat, sehingga pemilu bukan menjadi sarana pendidikan politik, melainkan hanya untuk memperoleh dukungan suara. Maka akhirnya terjadi jarak cukup lebar antara rakyat dengan partai politik dan politisi yang menjadi wakil rakyat di DPR. Karena itu kalangan LSM kembali mengambil perran lamanya, melakukan pendidikan politik rakyat dan melakukan gerakan demokratisasi, bahkan di level kebijakan, karena saat ini banyak anggota DPR yang lemah ddalam melakauakn legal drafting, sehingga perlu kontrol dan masukan dari LSM, agar tidak melenceng dengan kepentingan publik.

Pengalaman semacam itu mengharuskan kalangan Ngo atau kalangan non partai untuk melkukan program demokratisasi lebih serius, baik melalui advokasi maupun pendidikan politik rakyat. Untuk memenuhi tujuan tersebut banyak persiapan perlu dilakukan baik berupa pemetaan masalah, penyebaran wacana dan teknis penyelesaian konflik dan sebagainya.


Urgensi
Ada tiga bidang yang ditangani sub program ini yaitu pertama, studi atau penelitian tentang transisi ke demokrasi di Indonesia, dan kedua diskusi rutin berkaitan dengan persoalan demokrasi. Semua program tersebut berada di bawah koordinasi Centre for the Study of Developmen and Democracy (CESDA) salah satu divisi dari LP3ES yang khusus menangani persoalan perkembangan demokrasi. Program-program tersebut dilaksanakan LP3ES bekerja sama dengan USAID.

Program tersebut mendesak untuk dilaksanakan, karena kalau tujuan utama gerakan reformasi adalah untuk menciptakan sistem demokratis dbaik di lefel masyarakat maupun pemerintahan, maka pertama perlu pemetaan yang jelas antara kekuatan lama dan kekuatan baru, sehingga menjadi jelas agenda politik yang harus dilakukan. Selain itu persoalan konflik dan disentegrasi yang diakibatkan situasi transisi ini memerlukan pemecahan segera agar tidak mengarah pada perang saudara, sebab hal itu akan mengganggu pelembagaan politik dan konsolidasi demokrasi dan akan mengundang hadirnya rezim lama yang hingga saat ini masih cukup solid. Program tersebut dilaksanakan dalam upaya mengantisipasi persoalan ini.
Tujuan Program

Secara umum tujuan sub program studi transisi ke demokrasi, training manajemen konflik secara damai dan seminar berkala tantang demokrasi adalah untuk menyebarkan wacana demokrasi ke tengah masyarakat dan sebagai landasan bagi penegakan demokrasi yang ada di Indonesia. Sebab di masa transisi ini kekuatan pro demokrasi perlu mendapatkan dukungan kuat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari kalangan pemerintah dan negara, sebagai aktor yang sangat menentukan. Karena itu berbagai strategi pengembangan demokrasi di tempuh di sini.

1. Program Studi Transisi

Program Studi transisi ke demokrasi ini aktivitas utamanya adalah melakukan penelitian berkaitan dengan perkembangan politik konemporer yang sedang mengalami proses transisi. Peneelitian dilakukan tidak hanya di ibu kota tempat politik nasional dikelola, tetapi juga melakukan ke berbagai daerah, seperti Aceh sebuah daerah muslim yang sedang bergolak menuntut kemerdekaan, kemudian Kalimantan Timur yang memiliki resources yang melimpah tetapi secara politik relatif stabil, kemudian Bali daerah wasata yang secara sepintas sangat stabil, tetapi memiliki ketegangan politik yang mendalam karena ada konflik internal, selain itu Papua sebuah daerah mayoritas Kristen, yang penuh konflik yang berusaha melepaskan diri dari kekuasaan politik pusat.

Kelima daerah yang dipilih sebagai sampel tersebut dianggap mewakili keragaman karakteristik politik Indonesia yang beragam. Dengan demikian bisa dilihat sosok transisi ke demokrasi yang terjadi di Indonesia ini secara lebih jelas, apakah menuju sistem pemerintahan yang lebih demokratis atau malah kembali pada sistem lama yang otoriter. Pemetaan politik demokrasi yang dihasilkan dalam studi ini sangat penting bagi pengembangan demokrasi lebih lanjut yang dilakukan oleh LP3ES baik melalui pendidikan demokrasi dan HAM maupun dalam bentuk kampanye maupun advokasi HAM dan demokrasi.

Hasil penelitian tersebut akan dijadikan sebuah buku yang akan disebarluaskan ke tengah masyarakat Indonesia. Selain itu buku tersebut juga akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, agar bisa dibaca oleh masyarakat internasional. Sebab bagaimanapun pengalaman dalam pengembangan demokrasi perlu di share dengan masyarakat lain terutama yang sedang dan hendak mengembangkan demokrasi, sebagai pelajaran dan bahan perbandingan, sehingga bisa mempermudah pengembangan demokrasi.

Program ini bertujuan untuk memetakan perkembangan demokrasi di Indonesia, sejauh mana kekuatan lama masih bertahan dan sejauh man pertumbuhan kekuatan baru pro demokrasi berusaha memperjuangkan gagasan mereka . Selain itu itu juga berusaha menjelaskan proses transisi yang sedang berjalan ini untuk memprediksikan ke mana transisi tersebut bmengarah, apakah akan melahirkan sistem yang demokratis atau akan memberi peluang kembalinya kekuatan lama.


2. Seminar Berkala

Program ini berupaya mendesimenasikan gaagsan mengenai demokrasi baik yang berkaitan dengan penyelenggaraan politik kenegaraan maupun yang berkaitan dengan sistem sosial dan budaya. Dengan demikian tema–tema yang diangkat juga beragam, misalnya tema tentang Perubahan UU Pertahanan Negara dan masa depan demokrasi juga tema tentang Budaya demokrasi Di lingkungan Ormas, Elemen demokrasi dalam kesenian Indonesia dan lain sebagainya.

Seminar ini melibatkan berbagai kalangan baik kalngan LSM, kalangan politisi, kalangan perguruan tinggi, pengamat dan agamawan dan budayawan. Mereka terlibat baik sebagai peserta maupun pembicara. Dengan demikian aspirasi demokrasi dari berbagai kalangan bisa tertampung dan terapresiasi. Seminarv tersebut karena mengundang kalangan media massa, maka juga dipublikasikan secara umum , sehingga bisa membentuk opini publik. Selain itu hasil seminar di transkrip lalu dibukukan kemudian disebarkan ke berbagai kalangan, yang terlibat dalam seminar.

Seminar ini bertujuan untuk mendeseminasikan gagasan demokrasi ke tengah masyarakat luas, baik melalui pemberitaan dan penulisan pini di media massa maupun dalam bentuk buku yang disebarluaskan. Seminar ini juga bertujuan melibatkan masyarakat dalam wacana demokrasi yang sedang digulirkan oleh pemerintah maupun para aktivis pro demokrasi.


Pelaksanaan Program

Sesuai dengan Pakta perjanjian bersama LP3ES dengan USAID, maka keseluruhan kegiatan tersebut berlangsung selama tiga tahun, sejak mulai September 2000 hingga September 2003. Tahun pertama dilaksanaan Studi Transisi ke Demokrasi, dan seminar berkala, Tahun kedua penerbitan buku hasil Penelitian dan sosialisasinya serta pelaksanaan diskusi berkala. Tahun ketiga melanjutkan diskusi.

Program tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong bagi perkembangan demokrasi di Indonesia, karena itu program tersebut diharapkan bisa melahirkan program lanjutan yang lebih relevan dengan perkembangan sosial dan politik kontemporer.


Penanggung Jawab Sub Program

Abdul Mun’im DZ

CESDA-LP3ES
Jl. S. Parman No. 81 - Slipi
Jakarta 11420, Indonesia
Telp. (021) 566 7139, 567 4211
Fax. (021) 566 7139, 568 3785
e-mail: cesda@lp3es.or.id
Homepage: http://www.lp3es.or.id

0 Comments:

Post a Comment

<< Home